SELAMAT HARI TBC SEDUNIA TAHUN 2022

SELAMAT HARI TBC SEDUNIA TAHUN 2022


Menurut World Health Organization (Global TB Report, 2021), Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan di dunia hingga saat ini. Pada tahun 2020, terdapat 9.9 juta orang di dunia sakit TBC, dan 1,5 juta nyawa meninggal akibat penyakit TBC yang dapat dicegah dan diobati ini. penemuan kasus di dunia menurun 18% jauh seperti pada tahun 2012, dari 7.1 juta pada tahun 2019 menjadi 5.8 juta pada tahun 2020. Saat ini Indonesia termasuk satu dari delapan negara yang menyumbang 2/3 kasus TBC di dunia. Pada tahun 2020, diestimasikan terdapat 824.000 orang jatuh sakit dan 93.000 jiwa meninggal akibat TBC. Dari estimasi tersebut, pada tahun 2020 ditemukan sebanyak 384.025 kasus atau sekitar 47%. Capaian penemuan kasus ini menurun 178.024 dari tahun 2019 akibat dampak dari pandemic COVID-19. Situasi ini menjadi hambatan besar untuk merealisasikan target eliminasi TBC di

tahun 2030. Jumlah kasus TBC yang diobati dan dilaporkan

ke SITB tahun 2021 ialah sebanyak 356.957 kasus dengan cakupan penemuan dan pengobatan (treatment coverage) sebesar 43% (target: 85%).

Eliminasi TBC berperan penting karena merupakan salah satu target penting dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) yang harus dicapai bersama. Pentingnya melakukan eliminasi TBC adalah karena :

a. TBC merupakan penyakit menular. Arus globalisasi transportasi dan migrasi penduduk antar negara membuat TBC menjadi ancaman serius

b. Pengobatan TBC tidak mudah dan murah

c. TBC yang tidak ditangani hingga tuntas menyebabkan resistansi obat

d. TBC menular dengan mudah,yakni melalui udara yang berpotensi menyebar dilingkungan keluarga,tempat kerja,sekolah,dan tempat umum lainnya.

Peraturan Presiden Nomor 67 tahun 2021 tentang Penanggulangan TBC merupakan penegasan kembali tentang komitmen Presiden dan sebagai acuan bagi Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota, Pemerintah Desa serta Pemangku Kepentingan lainnya dalam melaksanakan Penanggulangan TBC. Salah satu bentuk implementasi strategi nasional kelima dalam Perpres 67/2021 yaitu peningkatan peran serta komunitas, pemangku kepentingan dan multi sektor lainnya dalam penanggulangan TBC, Hari TBC Sedunia (HTBS) pada 24 Maret 2022 menjadi momen yang tepat untuk mengajak keterlibatan multi-sektor. Tanggal ini ditetapkan oleh WHO dengan merujuk pada pertama kali Robert Koch menemukan bakteri TBC (Mycobacteriumtuberculosis). Peringatan HTBS adalah kesempatan untuk meningkatkan kampanye dengan penyebarluasan informasi terkait TBC serta mendorong semua pihak untuk terlibat aktif dalam pencegahan dan pengendalian TBC.

Dalam memperingati Hari TBC Sedunia dengan tema global "Invest to End TB, Save Lives" tema yang dipilih oleh Indonesia adalah tema yang berkaitan dengan investasi untuk TBC. Investasi disini meliputi investasi finansial dari pemerintah, sektor swasta, donor dan individu untuk menurunkan dampak ekonomi TBC yang selama ini menjadi tantangan. Selain investasi dari finansial juga meliputi upaya, tenaga, jiwa, cinta dan kasih sayang untuk upaya penanggulangan TBC.

Epidemi TBC di Indonesia perlu dituntaskan pada tahun 2030, namun upaya ini tidak akan tercapai tanpa kesadaran masyarakat terhadap bahaya TBC dan pengobatan yang tepat untuk penyakit ini. Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2022 ini diharapkan dapat berkontribusi dalam peningkatan cakupan penemuan kasus, capaian pemberian terapi pencegahan TBC serta kesadaran dan kepedulian lebih banyak pihak, media, dan sektor swasta termasuk masyarakat pada umumnya, bahwa eliminasi TBC bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan tetapi menjadi urusan dan tanggung jawab semua sektor dan setiap individu di Indonesia.

#TOSSTBC

#ELIMINASITBC

#ENDTBC

#OPTIMIS KEJAR ELIMINASI TBC