WASPADA DBD DI MUSIM PENGHUJAN


Kasus DBD terjadi karena perilaku hidup masyarakat yang kurang memperhatikan kebersihan lingkungan dan disertai dengan terjadinya musim penghujan sehingga menggenangi beberapa lingkungan yang beresiko bagi perkembangbiakn nyamuk. Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan kematian dan dapat terjadi karena lingkungan yang kurang bersih. Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah merebaknya wabah DBD. Salah satu caranya adalah dengan melakukan PSN 3M Plus.

1.        Menguras, merupakan kegiatan membersihkan/menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, kendi, toren air, drum dan tempat penampungan air lainnya. Dinding bak maupun penampungan air juga harus digosok untuk membersihkan dan membuang telur nyamuk yang menempel erat pada dinding tersebut. Saat musim hujan maupun pancaroba, kegiatan ini harus dilakukan setiap hari untuk memutus siklus hidup nyamuk yang dapat bertahan di tempat kering selama 6 bulan.

2.        Menutup, merupakan kegiatan menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi maupun drum. Menutup juga dapat diartikan sebagai kegiatan mengubur barang bekas di dalam tanah agar tidak membuat lingkungan semakin kotor dan dapat berpotensi menjadi sarang nyamuk.

3.        Memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang), kita juga disarankan untuk memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.

 

Yang dimaksudkan Plus-nya adalah bentuk upaya pencegahan tambahan seperti berikut:

l  Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk

l  Menggunakan obat anti nyamuk

l  Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi

l  Gotong Royong membersihkan lingkungan

l  Periksa tempat-tempat penampungan air

l  Meletakkan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup

l  Memberikan larvasida pada penampungan air yang susah dikuras

l  Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar

l  Menanam tanaman pengusir nyamuk

Wabah DBD biasanya akan mulai meningkat saat pertengahan musim hujan, hal ini disebabkan oleh semakin bertambahnya tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk karena meningkatnya curah hujan. Tidak heran jika hampir setiap tahunnya, wabah DBD digolongkan dalam kejadian luar biasa (KLB).

Masyarakat diharapkan cukup berperan dalam hal ini. Oleh karena itu, langkah pencegahan yang dapat dilakukan adalah upaya pencegahan DBD dengan 3M Plus.

 

TANDA - TANDA DBD

Tanda - tanda

1.        Demam tinggi disertai :

l  Nyeri kepala, ulu hati, belakang bola mata, sendi dan otot.

l  Tidak mau makan, susah buang air besar, mual dan nyeri tenggorokan.

2.        Tanda-tanda pendarahan, berupa :

l  Bintik-bintik merah dikulit

l  Mimisan

l  Gusi berdarah

l  Buang air besar berdarah

l  Pembesaran hati

l  Syok, ditandai oleh kaki dan tangan dingin, kulit lembab dan penderita tampak gelisah

 

TINDAKAN PERTOLONGAN

Tindakan Pertolongan :

1.        Memberi minum 4-6 gelas perhari, air putih, sirup larutan oralit, jus buah dan lain-lain.

2.        Memberikan obat penurun demam golongan paracetamol. Dapat dibantu dengan kompres menggunakan air hangat.

3.        Bawa segera ke Puskesmas/Rumah Sakit bila dijumpai kegawatan :

l  Anak tampak lemas

l  Badan dingin, terutama tangan dan kaki

l  Muntah terus menerus




CARA PENULARAN DBD

 

DBD disebabkan oleh virus dengue, yaitu bibit penyakit yang sangat kecil, hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Orang yang terinfeksi virus dengue di dalam darahnya mengandung virus. Apabila orang tersebut digigit oleh nyamuk Aedes Aegypti, maka virus tersebut ikut terhisap masuk ke dalam tubuh nyamuk, dan bila nyamuk ini kemudian menggigit orang lain, orang tersebut dapat tertular DBD.




CIRI - CIRI NYAMUK PENULAR DBD

(Aedes aegypti)

 

Ciri - ciri nyamuk penular BDB :

1.        Warnanya hitam, bintik-bintik putih di badan dan kakinya.

2.        Menggigit pada pagi dan sore hari.

3.        Hidup di dalam rumah dan sekitarnya, terutama di tempat-tempat yang agak gelap dan lembab serta kurang sinar matahari.

4.        Meletakkan telurnya pada air jernih yang tidak mengalir dan tidak bersentuhan dengan tanah.

5.        Jarak terbang sekitar 100 - 200 meter

 

  

TEMPAT BERKEMBANGBIAK NYAMUK

Aedes aegypti DI DALAM RUMAH

 

Nyamuk Aedes Aegypti berkembangbiak di tempat-tempat yang tergenang air jernih di dalam rumah, misalnya :

1.        Bak mandi

2.        Di tempat penampungan tumpahan air dispenser

3.        Di tempat penampungan air kulkas

4.        Selain itu nyamuk tersebut sering pula berteur di vas bunga




TEMPAT BERKEMBANGBIAK NYAMUK

Aedes aegypti DI LUAR RUMAH

 

Nyamuk Aedes aegypti juga berkembangbiak di sekitar rumah dan pekarangan, misalnya :

1.        Drum, kaleng bekas, botol bekas, ban bekas atau tempurung kelapa yang pada musim hujan berisi air

2.        Kolam ikan peliharaan yang sudah tidak berfungsi lagi

3.        Tangki penampungan air




CARA PENCEGAHAN DBD

Untuk mencegah penyakit DBD kita harus memperhatikan/membersihkan tempat-tempat yang sering digunakan oleh nyamuk Aedes aegypti untuk berkembangbiak, misalnya :

1.        Menguras, membersihkan, dan menyikat bak mandi atau menaburkan larvasida pada bak mandi, drum, atau tempayan

2.        Membuang air penampungan dispenser setiap hari

3.        Membuang air penampungan kulkas setiap hari

4.        Mengganti dan membersihkan tempat air minum hewan peliharaan setiap hari

5.        Kaleng bekas, ban bekas, botol bekas, potongan bambu, tempurung kelapa yang dibuang sembarangan dan digenangi air, merupakan tempat yang baik bagi nyamuk untuk berkembangbiak. Oleh karena itu, kaleng bekas, ban bekas, botol bekas harus disingkirkan/didaur ulang.

6.        Tangki penampungan air dapat menjadi tempat berkembangbiak nyamuk, tangki tersebut harus ditutup rapat sehingga nyamuk tidak dapat masuk dan bertelur di dalamnya.

7.        Nyamuk Aedes aegypti juga sering bertelur di kolam hias di dalam rumah atau di halaman rumah. Dengan memelihara ikan, jentik nyamuk dimakan oleh ikan yang ada di kolam tersebut sebelum menjadi nyamuk.

8.        Nyamuk sering tinggal di kamar atau ruangan yang gelap dan lembab. Kita dapat mencegah agar nyamuk tidak dapat masuk ke dalam kamar dengan cara memasang kawat kasa pada lubang ventilasi.

9.        Selain itu bila kamar kita cukup sinar matahari dan kita tidak membiasakan menggantung pakaian kotor dalam waktu yang lama, maka nyamuk tidak senang tinggal di dalam kamar. Oleh karena itu pakaian disimpan atau digantung di dalam lemari.

karena itu perlu dilakukan pengendalian lebih dini secara terpadu, masif, total, simultan dan berkesinambungan agar mampu memberikan dampak penurunan jumlah kasus secara bermakna.

Diantara yang dapat dilaksanakan adalah hal-hal berikut:

1.      Melakukan upaya pencegahan dan pengendalian Dengue dengan tetap mengedepankan langkah-langkah preventif dan promotif dengan kemandirian masyarakat melalui Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) untuk melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus di tempat – tempat umum dan tempat – tempat institusi untuk mencapai Angka Bebas Jentik > 95 %. Gerakan ini sebaiknya dilakukan sebelum masa penularan atau peningkatan kasus terjadi secara terpadu, masif, total, simultan dan berksesinambungan.

2.      Melakukan penguatan surveilans Dengue/DBD yang dapat dimonitor sebagai alat untuk melakukan kewaspadaan dini  terhadap  peningkatan kasus serta  melakukan  respon cepat penanggulangan kejadian luar biasa (KLB).

3.      Melakukan pengendalian vektor secara terpadu baik kegiatan program yang dilaksanakan maupun unit atau sektor yang terlibat (pemerintah, swasta, masyarakat).

4.      Meningkatkan deteksi dini infeksi Dengue di puskesmas dengan memeriksa pasien suspek dengue menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT) Antigen Dengue NS1 atau RDT Combo. Rapid tersebut dapat digunakan pada suspek Dengue mulai hari 1 - 5 kejadian demam.

5.      Melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) terhadap setiap kasus Dengue/DBD baik suspek (presumtive) Dengue, probable, confirmed.